August 31st, 2008 by mamatsayang
Seseorang dalam perkembangan kehidupannya msti sampai pada tahap mandiri dg berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari sekian banyak orang yang berkarya, baik itu sbg pengusaha, setap biasa, atau profesi apapun ada beberapa diantaranya yang baik kemudian disebut "profesional" dan ada yg biasa2 aj shg dicemooh sebegai sekedar "amatiran". Gw sendiri awalnya masih gamang terhadap makna profesional karena selintas yang terbayang cuma seorang yang ahli di bidangnya aja. Gw sendiri dlm bekerja sering bertanya, apakah gw sudah profesional, dan bagaimana bs jadi seorang yang profesional, apa yang dijadiin standar keprofesionalan seseorang. Hari ini wktu ge buka email, tdpt ilmu super dari Pak Mario Teguh yg cukup berguna buat memahami standard profesionalisme, yaitu:
- Dia menguasai pengetahuan teknis yang diperlukan oleh tugasnya.
- Dia memiliki keterampilan untuk mendatangkan solusi.
- Dia memiliki integritas (kesetiaan pada yang benar) yang membangun kepercayaan dan hormat kepadanya.
- Dia mengutamakan kepentingan orang banyak, sehingga keberhasilannya dibangun dari kumulasi keberhasilan orang lain.
- Dia berpandangan ke depan, dan tidak terlalaikan oleh masalah-masalah sementara dan jangka pendek.
- Dia selalu berupaya mengembangkan kualitas pribadinya agar sesuai bagi masa depan besar yang direncanakan.
Dan sebagai penutup Bpk Mario Teguh menyatakan bahwa : Profesionalisme adalah masalah keputusan dan Anda serta saya harus putuskan total menjadi seorang professional, atau tidak sama sekali. Dimana pilihannya diperumpamakan : seperti sebuah lampu, lebih baik cemerlang sekali walau mungkin sejenak, daripada redup seumur hidup. Atau yang paling kita harus hindari adalah menjadi orang biasa……karena kita harus menjadi orang yang luar biasa.
Dari kalimat tsb gw lebih termotivasi ingin bener2 profesional dlm kerjaan gw. Walaupun orang lain mungkin menganggap remeh kerjaan yang gw jalani sekarang, tapi gw yakin Alloh gak menilai remeh jika suatu pekerjaan tsb halal dan dijalani dg niat smata mengharap ridlo-Nya. Profesional buat gw emang gw yakini sbg sesuatu yang tak lepas dari keilhlasan dlm bekerja/berkarya. Apabila kerjaan hanya demi bos atau demi rupiah smata, maka gw anggep itu blm profesional. Seorang profesional sejati konteksnya gak cuma horisontal, tapi juga vertikal, dimana ia dlm melakukan sesuatu hatinya selalu bersandar ke Alloh. Ada atau tidak ada orang lain yang melihat/memuji selalu tetap ia lakukan tugasnya sepenuh hati, besar atau kecil imbalannya tetap tak mempengaruhi kualitas kerjanya. Seorang profesional sejati pasti bukan orang yang menganggap dirinya profesional, tapi dianggap oleh orang disekitarnya sbg profesional. Selain itu ia juga mampu tidak sombong, mau berbagi ilmu, dan sll bersemangat menimba ilmu. Mari jadikan momentun ini sebagai ikrar kita menjadi seorang yang profesional. Tekadkan dlm diri bahwa "Aku seorang Profesional!". Nah klo dah tau gitu knapa masih baca blog orang aja, ayo sana kerja yg profesional!
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
August 19th, 2008 by mamatsayang
Hari ini tepat 20 Agustus 2008, klo dipas-pasin jadi 20082008, tanggal lumayan cantik khan? walaupun di tahun depan model ginian bs terulang di 20 September 2009 yg jd 20-09-2009 tapi 20082008 ini berarti banget buat gw karena gw genep 30 taon, wah usia yg makin marak pertanyaan menyebalkan dari lingkungan. Btw, ultah buat gw selain hari yg nyenengin krn bnyk ucapan slamat+doa+kado dr orang2 terdekat gw, juga hari saat gw menyadari btapa nikmat telah diijinkan idup staun lagi dr ultah gw thn lalu. Selain itu gw jg menyadari bahwa dg makin berkurangnya jatah gw di dunia maka seharusnya gw makin taqwa. Selama ini gw nyadari klo banyak hari yg lebih buruk dr hari sebelumnya, dg itu gw gak cuma merugi tp dah termasuk cilaka’. Banyak banget gw udah merugikan diri, mkanya di saat gw nuilis ini gw niatin buat lebih baik dr sebelumnya, jd Mamat yg beruntung, yg semaksimal mungkin bikin hari kini lbh baik dari hari kemarin, dan hari esok lbh baik dari hari kini. Gw jg ingin makin smangat dlm merealisasikan mimpi2 gw untuk masa depan yg lebih baik, yg makin diridloi Alloh. Slama ini gw banyak salah, mkanya gw skalian aja mhn maap ma elu2 pade yg baca blog gw, kali aja gw punya salah ma elu2 pade. Momen ini jg pingin gw kenang btapa berat perjuangan mama gw yg ngelairin gw 30 th yll, bayangin aj gw dl lair dg berat 4 kilo lebih, lewat lubang yg gak sberapa lagi. Saat itu mgkn kelg gw bahagia bgt nerima kehadiran gw (semoga dulu emang pada bahagia ah,h,h. ke PDan gw ya). Ahh, ternyata sbuah kehidupan yg sangat indah tlah dkaruniakan ke gw ma Alloh, semoga gw sll bs syukur n bisa jaga buat smata menghamba ke Alloh, gak cm skedar ngikuti smua perintah-Nya n njauhin larangan-Nya, tapi njalani smua hal yg dicintainya dg ikhlas. Hmm, subhanallah. bentar lagi jg Romadlon nih, gw mo tobat perbaikan diri ah, mo mentas dari kubangan lumpur lembah hina nan nista kemaksiatan. Mo membasuh diri dg air suci surgawi nan terpuji mewangi. Sapa tau gw gak bs ktemu ma ultah gw di taun depan. Hiks, jg pengen terharu nih. Klo nanti ternyata balik maksiat lagi ya gw nulis kayak ginian lagi,he,he.
Bro/sis, mhn doanya ya………….
Posted in Curhat | No Comments »
August 13th, 2008 by mamatsayang
Kalian pernah gak suatu hari terasa suck, membosankan, lesu/kurang semangat, sedih tanpa sebab, n gak mood banget? Buat nafas aja kdg rasanya nyesek, buat gerak males banget, pegel2 n lemot klo buat mikir. Sptnya smua orang pernah ya. Mungkin scr medis itu krn kurang darah ato tubuh sedang gak fit aja, tapi biasanya sih itu umumnya karena kondisi psikis juga. Waktu gw nulis ini gw pas mrasa bgitu, mkanya gw kasih judul jengah. Gak tau jengah tuh definisinya apa tp gw merasa kondisi hari ini pantes aj dsebut jengah (jangan dpisah jd "jeng,,akh…"). Mo nulis apa juga bingung, tapi skedar mo cerita aja klo pada suatu titik tertentu manusia kadang merasa apa yang dijalani dan seharusnya disyukuri menjadi gak gt menyenangkan karena seakan ada yang kurang. Namanya juga manusia, gak akan pernah puas dengan apa yang didapat, selalu aj ingin ini itu tapi sering kurang terencana dan kurang gigih dlm merealisasikan keinginannya. Saat ini gw mo merenung dikit ttg hal ini, knapa Tuhan menganugrahkan momen jengah, pasti ini gak sia-sia krn smua ketentuanNya ada hikmahnya. Jengah sepertinya bisa juga menjadi fase evaluasi terhadap segala kelemahan manusia yang saat organ2 yang seharusnya dapat bekerjasama meraih sesuatu menjadi menurun kinerjanya. Saat ‘lowbat’ tsb otak menjadi merawang memikirkan apa yang "menyedihkan" dlm hidup kita dan dg itu kita bisa sadar btapa qta ini lemah tanpa adanya energi kerjasama antar berbagai organ dlm diri/tubuh kita. Sayangnya, pmikiran ini sering terlupakan kembali saat esoknya kondisi tak lagi jengah. Saat semua organ kembali bekerja maksimal dg begitu kompaknya, manusia sering lupa bahwa kemarin dia bukan apa2, yang cuma seonggok daging bernyawa yang cuma bisa "merintih" meratapi sesuatu yg seharusnya ia sukuri. Seharusnya manusia menjadi lebih produktif saat energinya tlah kembali, dan lebih mensyukuri ap yang ia dapat dari penciptanya untuk kemudian memberikan perbuatan terbaiknya kepada sesama.
Posted in Curhat | 1 Comment »
August 12th, 2008 by mamatsayang
Ada satu kalimat dari ustadz gw yg ktanya sgala kemaksiatan berawal dari nafsu keserakahan. Misalnya korupsi yang mengambil apa yang di luar haknya, trus perzinahan juga bgitu bro. Jika sesuatu dah diluar batas psti akan membawa kemudarotan, bahkan kekejian. Klo menurut bang napi, kejahatan tdk cm niat pelaku tp jg krn ad ksempatan. Bgitu juga dg kserakahan, niat aj gak cukup tanpa ad ksempatan buat serakah. Bangkitnya budaya serakah di Indonesia emang didukung faktor yg kompleks dan juga telah terstruktur sehingga mengkondisikan keserakahan itu dilakukan secara berjama’ah serta ditambah dg adanya komplikasi kronis impotensi sedekah. Bagi yang tdk ikut serakah justru diangap gak normal dan "membahayakan" lingkungannya. Tanpa bermaksud meribetkan diri dlm tema korupsi ato mo berburuksangka ma siapapun, tp dsini gw mo skedar inget2 aj pentingnya mengendalikan keinginan untuk mampu hidup dg kebersahajaan dlm kemapanan. Bukan berarti kemudian merasa cukup dg apa yg diperjuangkan atau jd fatalistis, tapi sebagai manusia yang bermartabat perlu qta merasa kaya dengan memberi/berbagi sambil terus dlm percepatan dlm meraih kekayaan yg halal. Mnrt gw menjadi kaya itu suatu keharusan, yaitu dengan 3 ikhtiar, yaitu otak kerja cerdas, badan kerja keras, hati kerja ikhlas. Biar idup lebih kaya dan berdaya maka yang harus diereksikan itu bukan keserakahannya, tapi aksi sedekahnya. Sdekah akan mendatangkan barokah yang berlipat. Gak ada orang yg miskin krn sdekah. makin banyak bersedekah maka justru makin kaya. Apabila potensi sedekah dari umat diberdayakan scr berjemaah maka gw yakin di dunia ini akan gak ad kemiskinan. Mari bro, mulai dari diri kita untuk scr rutin minimal 2,5% dari penghasilan qta perbulan qta sedekahkan.
Posted in Religion | No Comments »
August 7th, 2008 by mamatsayang
Dari judulnya seakan mo maparin kecengengan, palagi sambil kbayang nyanyi "Hatiku hancur mengenang dikau…" he,he. Santai aja, sekarang dsini bukan mo mbahas gituan bro. Emang sih sebuah kenangan klo dikenang ya adeganya emang cuco’ klo sambil merenung ato melo di kamar sendirian sambi matanya meleleh, halah, gak selalu gitu kale. Knangan bagi gw itu ibarat spion yang sesekali perlu diliat klo mo buat kputusan yang membutuhkan pertimbangan terkait kselamatan. Klo ngeliatnya klamaan justru bisa bikin nungsep ato bikin gak brani dlm bikin kputusan. Suatu yg tinggal kenangan emang lama-lama jadi sejarah yang bisa jadi macem2 tergantung ngemasnya, bisa jadi buku sejarah, biasa jadi bahan melo2an, bisa jadi motivator, jadi bahan buat ngomel, dsb. Apapun kemasannya nantinya yang penting buat gw apa yang udah jadi tinggal kenangan gw anggep aja sbg guru. Misal kenangan yang langsung bisa buat mendewasakan ya berarti guru privat. Kalau knangan pahit itu berarti guru yg bijak tapi sedang menyamar aja. Kenangan orang lain lain juga guru agar qta bs blajar bnyk dari sejarah mereka. Apapun yg telah lalu emang ak mungkin terulang, tapi ksalahan yang telag lalu bisa aja terulang klo gak pinter2 blajar dari pengalaman. Klo kenangan yg enak2 qta emang demen nginget2, tapi klo yg pait2 rasanya emang males banget diinget lagi. Tapi klo gak diinget kadang terulang karena metode buat masa depan kadang mengulang hal yg berpotensi gagal dan ahirnya ya gagal maning gagal maning sooon itu tadi. Ya seperti katan mbah Einstein, klo mo hasil yang beda harus dg cara percobaan yg beda/lbh disempurnakan. Klo dlm urusan knangan superbusuk ginian, biasanya jd pd trauma trus bilang "susah banget ngelupain masal lalu itu", la siapa jg suruh ngelupain?, emang mo diamnesiakan? udah, biasa ajalah, gak usah dilupain, tapi cukup tempatkan knangan busuk itu dlm salah satu ruang di hati yang mungkin suatu saat perlu kita buka lagi sebagai spion agar qta lebih selamat dan tdk mengulangnya lagi. Bau busuknya emang kadang tercium lagi, tapi rasanya mungkin udah brubah jadi lebih manis krn qta telah mampu melewatinya. Salah satu tanda sikap dewasa adalah mampu mentertawakan masa lalunya yang pahit, karena saat ini ia telah mampu mengambil hikmah atas semua yang jadi tinggal kenangan.
Posted in Cinta | 1 Comment »
August 7th, 2008 by mamatsayang
Ada pendapat orang klo seseorang mengaku mencintai tapi dengan segala pemberian dan pengorbanannya itu kemudian ia jadi menuntut sesuatu sebagai kompensasi atas pemberian/pengorbanan yang telah diberikan maka itu bukan mencinta tapi investasi. Apapun pendapat anda tentang itu tapi menurut gw itu ada benernya juga tuh. Seorang pencinta sejati emang mampu memberi tanpa berharap menerima pembalasan karena dia laksana samudera cinta yang takkan habis walaupun dilimpahkan ke siapa saja kapan saja di mana aja. Klo mbahas cinta yang buat siapa aja kesannya mungkin mirip playboy/playgirl bagi orang yg picik dlm memaknai cinta, tapi sebenarnya cinta sejati bukan hanya dlm urusan gituan. Dsini gw batasi aja tentang pacaran dah, biar gak muluk-muluk bin ndakik-ndakik. Pacaranpun sbg tahap cari jodoh telah banyak dimaknai sbg perwujutan cinta kedua pihak, tapi apakah bener bgitu?, ternyata tdk spenuhnya bgitu krn banyak pasangan yg masing2 lebih banyak berkutat dlm mencintai dlm rangka kepentingan investasinya sendiri2 demi kehidupan keluarganya kelak, atau bahkan skedar investasi pemenuhan hasrat syahwati belaka, yaa gak jauh dari hajat slangkang dah pokoknya. Mreka seakan menjalani tahan pasca jadian menjadi kontak sosial yang masing2 membuat dari tingkat sderhana sampe yg ndakik2 (yg gak tau arti "ndakik-ndakik" ya sono tanya temennya yg tau. kreatif dikit donk). Kontrak sosial smacam itu seakan haus akan kedalaman maksna cinta yg seharusnya dilandasi niat tulus semata mencinta karena Tuhannya. Keikhlasan cinta manusia yang dlm ibadahnyapun masih bermental pdagang dapat dipastikan juga bermental pdagang juga, sehingga apa yang ia berikan harus memberikan keuntungan buat dia. Gw nulis ini bukan berarti gw udah mampu jd pecinta sejati, tp paling tidak berniat belajar untuk menjadi pecinta yang semua dilandaskan atas kecintaan pada Alloh smata. Gw gak mau musingin mo dpt ap dari cinta yg telah, sedang dan akan gw tebarkan. Harapan gw cuma 1, smoga Alloh ridlo aja dengan samudra cintaku ini. Bukannya mo berniat berinvestasi agar dpt untung ridlo, tapi ini bentuk ibadah/penghambaan gw kepada Alloh SWT yg luas biasa dasyat banget kebesarannya terhadap segalanya. Ibadahkanlah cinta…., hanya kepada Alloh-lah cinta ini selalu berlabuh.
Posted in Cinta | No Comments »
July 24th, 2008 by mamatsayang
Tema ini gw tulis saat gw inget klo salah satu tanda kiamat adalah ktika cowok jd cewek dan sebaliknya. Mnrt gw ini suatu perubahan sosial yang sudah terbukti, baik dlm hal sikap2 co/ce sekarang maupun alat2 yang dipergunakan dlm kesehariannya. Pada era kapitalisme global ini di dunia produk buat co tdp bbrp kecenderungan design2 yang pd masa sebelumnya terkesan "jantan/maskulin banget" jd berubah ke makin gak maskulin, banyak aksen femininnya dan terkesan "takut jatuh"/takut resiko, "lembut", dan "enggan kotor". Trus pada sikap2 co sekarang banyak yang "makin banci" dengan segala tandanya baik fisik maupun sikap. Bukan maksud gw merendahkan mereka yg udah terlanjur memilih jadi bencong, tapi dsini gw mo tekankan bahwa elu2 yg udah dikodratkan jd cowok hrs sadar akan domainnya sebagai cowok yang hrs "jantan" agar dlm relasi sosial dapat melengkapi apa yang gak ada pada domain cewek. Antara co dan ce masing2 ada kekurangan yang harus bisa bersinergi agar keduanya dapat saling menyempurnakan. Salah satu diantara sikap domain co adalah naluri dan kecakapan memimpin. Co makin banyak yang kurang kredibel dalam memimpin, selain karena percepatan intelektual, emosional, dan spiritual yg makin dikalahkan sbagian ce, dan dari segi moral bnyk co yg makin langka jadi teladan, juga karena naluri dlm memimpinpun makin tumpul dan otoritasnya thd lingkungan melemah. Dah biar gak muluk2, gw contoin satu aja nih yg gampang, kadang klo pdkt ato jln ma ceweknya si co justru sering menyerahkan smua keputusan ttg hal2 spele spt TKP mbojo, menu makan, dsb kpd ceweknya. Co lossy dg sikap itu bikin si co justru lebih kliatan jd "anjing"ce-nya drpd figur pemimpin yang berwibawa bagi si ce. Demokratis oke2aj, tp jgn smpe kebablasan shg pemimpin jd kehilangan otoritasnya. Gambaran kecenderungan realita klo co makin letoy bs lu liat di film "Suami-suami takut istri", mreka kehilangan otoritasnya di keluarganya sendiri. Buat co2, kembalilah ke "khittah"mu sebagai pemimpin yg maskulin. Gak usah ngiri ma ce yg udah mimpin krn dia mgkn lbh kredibel dr kamu, tapi cobalah berkarakter pemimpin yg baik, minimal mampu mimpin diri lu sendiri spy jd figur yg berkarakter jantan. Buat ce yg mo milih jodoh, pilihlan co yg berkarakter pemimpin, dan hargai dia jk sdh jd pemimpinmu. Co dan ce emang setara dlm bnyk hal, tp klo masing2 sadar domain peran sesuai fitrohnya msti relasi sosialnya gak bnyk masalah. Gak usah ngeributin ksetaran gender2anlah, gw dah tau, tapi dsini gw cm mo ungkapin klo lbh sreg misal para co bisa jd "cowok banget", dan yg ce bs jd "cewek banget", setelah itu keduanya saling kerjasama. Bagi2 tugas gak masalah, yg penting otoritas tetep pd sang pemimpin. Buat kalian yg banci silahkan jd "banci banget", hua,ha,ha, sukurin bingung pilih domain lu. Mkanya jadi sesuatu jgn tanggung2, jgn bantat.
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 11th, 2008 by mamatsayang
Klo ditanya apakah kamu Percaya Diri (PD), kbanyakan orang pada njawab “iya”, tapi apa bener realitanya semua orang PD. Sejauh yang saya amati (ceile, sok peneliti), orang di sekitar saya sepertinya dibesarkan dlm kultur yang sedikit sekali mampu memupuk rada PD, bahkan untuk memulai sesuatu yang sederhanapun mereka sering jadi peragu dan cenderung menghindari resiko dengan mempersilahkan orang lain terlebih dahulu yang mengambil suatu kesempatan. Contoh yang sederhana aj misal klo dsuruh duduk depan, mengambil sesuatu, berbicara di dpn umum, tunjuk jari, tanya, kenalan, nyumbang hiburan spontanitas, dsb. Seorang anak yang semula berani bertanya dan berkenalan dg teman barupun saat remaja kadang seolah bermetamorfosa menjadi pemalu dan peragu. Saat seorang anak dibiasakan dg target keberhasilan tertentu, maka sebagian dari mereka seolah menjadi pribadi takut salah, takut ditolak, pemalu, enggan beda, minder, dsb. Tulisan ini bukan untuk mengupas lebih dalam tentang itu, cuma skedar mengingatkan bahwa PD itu sangat positif untuk menjadikan seseorang itu mjd berarti atau tidak. Karakter yang dibangun dari rasa PD yang besar akan menumbuhkan daya tarik yang besar bagi lingkungan. Pemimpin hebat di dunia ini pasti berasal dari pribadi yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, selain ditunjang dg intelektual, skill, dan attitude yg baik. Bagi mereka yang kurang PD maka kePDan memang perlu dipelajari, dilatih melalui pembiasaan yang tentunya perlu modal awal yaitu keberanian. Mental berani salah adalah modal seseorang penemu “kebenaran baru”, tapi kesalahan dsini bukanlah ketololan yang terulang. Seseorang harus memiliki pola sikap 3 N, yaitu Niteni (mengingat ingat), Niru (meniru), dan Nambahi (menambahkan) agar suatu kesalahan tdk terulang kembali, suatu kebenaran yang telah ada dapat ditiru, dan kebenaran yang ditiru tsb dapat disempurnakan/dimodifikasi agar lebih bermanfaat. Bagi jomblowan jomblowati yang masih terlunta lunta diluar sana, cobalah untuk tampil PD di lingkungan manapun, berani berkenalan dengan orang baru (tentunya dg cara yg simpati) dan berani memulai suatu pre-relationship baru yang diyakini bahagia. Buang smua ilusi-ilusi penolakan maupun ilusi kegagalan yang kamu takutkan. Berani coba=50% udah berhasil, tapi klo tidak mencoba=100% udah gagal. Btul?.
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 22nd, 2008 by mamatsayang
Tulisan ini diilhami dari pmikiran Prof. Damardjati Supajar dan tulisan sahabat dari website www.hitmansystem.com tentang tema bagaimana seyogyanya cowok mendapatkan soulmate-nya. Selama ini pmikiran para cowok telah terkondisikan mengikuti cara-cara mendekati cewek ala film roman atau sinetron2 tentang cinta, yaitu mengejar dengan segudang rayuan gombal dan cara-cara sok romantis yang justru membuat dia terpuruk dalam kehinaan dan kegagalan. Entah knapa fenomena ini selalu berulang tanpa adanya pencerahan tentang hakikat mendapatkan cinta yang lebih bermartabat. Mungkin karena sebagian dari mereka yg beruntung bisa berhasil, dan sejuta pecundang yang gagal tidak terpublikasikan. Menurut Prof. Damarjati, seorang cowok itu tidak sepantasnya jika mengejar wanita, karena wanitalah yang pasti akan ngelinter (memposisikan diri di area sekitar) cowok yang diinginkannya, sedangkan tugas cowok hanya menjadi pria yang terbaik/layak pilih dan memilih dari sekian bnyk cewek yang ngelinter di sekitarnya. Simbiosis mutualisme berlaku disini, co butuh ce, ce butuh co. Keduanya memang di posisi yang mencari yg terbaik untuk menjadi pasangan hidupnya, namun sebenarnya upaya mendapatkan seorang cewek tidak akan efektif jika hanya menggunakan cara picisan tanpa sebanding dg upaya memaksimalkan potensi dirinya sbg seorang cowok berkualitas yang sebenarnya. Dengan kualitas yang baik, cowok akan mampu memikat perhatian wanita yang pada ahirnya mampu mendapat cewek yg terbaik pula. Segala romantisme sebaiknya diberlakukan saat si cowok jika sudah berhasil mendapatkan si cewek, namun selama pendekatan si Cowok "diharamkan" terlalu bernafsu mengharap/ngarep si cewek. Perjuangan untuk memuluskan pre-relationship itu memang perlu karena tidak ada hasil maksimal tanpa usaha gigih, tapi perjuangan dsini adalah bagaimana mengemas segala pemasaran potensi diri dalam bentuk komunikasi dan relasi yang "elegan"/terhormat, tanpa mengumbar kegombalan cengeng yang justru menjadi faktor utama penyebab kegagalan pre-relatinship. Klo pingin selengkapnya kunjungi aja websitenya hitman.
Posted in Cinta | 1 Comment »
September 20th, 2007 by mamatsayang
Sering kita jumpai orang yg stress berat karena menanggung problem
hidupnya, padahal Alloh tak mungkin akan memberi cobaan melebihi
kemampuan hambanya. Sebenarnya inti masalah stress karena penerima
cobaan kurang cakap dalam mengelola kecerdasan emosi dan spiritualnya,
sehingga intelektualnya seakan mentok untuk mengurai dan memecahkan
masalah tanpa mampu mengambil hikmah.
Kata ahli meditasi, menusia
stress karena berusaha menahan atau bahkan menentang arus kehidupan
yang seharusnya dijalani dengan alami seperti mengikuti arus sungai.
Klo kata ahli ESQ, stress karena dia gagal menemukan Godspot dlm
dirinya sehingga arah resolusi problemnya hanya berdasar akal semata.
Kata ahli sexsologi, strees terkait dengan kualitas aktifitas seksual
yang kurang optimal. Kata ahli psikologi: bla,bla, bla.. (okeh sing
dijelaske marai aq mumet tur lali).
Menurut gw, ada 2 hal utama agar
seseorang lebih mudah mengatasi problem hidup, yaitu dengan meletakkan
sedekah dan silaturohmi sebagai kunci awalnya. Point ttg sdekah gak gw
ulas lbh lanjut dsini karena elu dpt denger aj dari Ustadz Yusuf
Mansyur di cramah2nya. Klo point ttg silaturohmi ini mnrt gw penting
untuk membantu kita cakap "bermain" perspektif dlm memahami/memetakan
suatu masalah, melihat peluang solusinya, menemukan step2 penanganan,
dan mengambil hikmah atas smua yg tjd.
Kebenaran dlm pemikiran orang sering terhijap egonya sehingga dia hanya berpikir dg single perspektif
untuk skedar pembenaran atas prinsipnya, skaligus menyalahkan orang
lain. Umumnya konflik tjd karena pola pikir "saya benar, kamu salah".
Dengan silaturohmi ke orang lain maka tak jarang kita seakan "mendengar
suara Tuhan di balik suara kawan". Ini mirip dengan konsep ttg demokrasinya
Prof. Damarjati, yaitu "mendengar suara Tuhan di balik suara rakyat". Gw
udah buktikan sendiri klo saat ada problem tertentu dan gw
berkomunikasi dg kawan, tak jarang ap yg tidak sengaja kami obrolkan
merupakan jawaban atas problem tsb, bahkan, sebelum gw crita ttg
problem tsb. Anehnya, kadang justru gw sendiri yang ikut mengucapkan
ksimpulan ide ato saran ttg solusi2nya. Memang, dg bercerita ke orang
lain untuk minta pendapat atau nasehat ttg suatu masalah dpt membantu
melegakan dan menemukan jawaban atas suatu problem, tapi liat-liat dulu
prolemnya apa dan siapa yang kita ajak bicara. Ttg 2 hal ini hrs ati2
agar masalah pribadi kita gak diwartaberitakan ke orang yg gak
berkepentingan, selain itu orang yang kita ajak tukar pikiran jgn yg
model kutukupret, tapi sebaiknya yang berilmu, terutama ilmu ttg agama.
Dengan bersilaturohmi, masalah insylh dapat terurai dengan adanya
masukan pemikiran dengan beberapa perspektif. Singkatnya, kita dapat
membuka 2 wacana baru bahwa "Saya mungkin benar tapi juga mungkin ada
salahnya, dia juga mungkin salah tapi juga mungkin ada benarnya" dan
"semua PASTI ada hikmahnya".
Posted in Cinta | No Comments »